TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) membeberkan sebab-sebab masyarakat masih antipati dan tidak percaya pada janji-janji para calon legislator (caleg) saat pemilu.
Koordinator nasional JPRR, Sunanto, mengatakan di Indonesia masalah kepercayaan terhadap caleg belum muncul dikarenakan sikap para caleg itu sendiri. Ia mencontohkan bagaimana mungkin seorang caleg mengeluarkan biaya Rp 1 miliar walaupun pendapatannya hanya Rp 500 juta.
"Waktu publikasi CV saja, caleg-caleg ini enggak mau. Padahal isi CV hanya sekolah, pekerjaan. Masih ada caleg yang enggak mau. Apalagi kalau caleg itu ada selingkuhan, korupsi," cetus Sunanto di Galeri Cafe TIM, Selasa (18/3/2014).
Sunanto juga mengkritisi strategi para caleg yang menurutnya sampai saat ini belum berubah. Menurutnya para caleg masih mengandalkan serangan fajar saat hari pencoblosan.
"Permasalahannya strategi yang diupayakan caleg selalu pakai metode detik-detik terakhir. Ini makanya sudah ketahuan korupsi, ketangkap basah, masih senyum-senyum depan TV," imbuhnya.
0 comments:
Post a Comment