Laporan Wartawan Surya M Taufik
TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Sumiyati (47), nenek enam cucu asal Simo Pomahan, Surabaya, babak belur setelah dikeroyok warga di pasar Ngagel Rejo, Jumat (28/3/2014).
Penyebabnya, Sumiyati tertangkap basah mencopet dompet milik Winarsih (33), warga Jalan Ngagel Rejo Utara.
Saat itu, Sumiyati dan Winarsih sama-sama sedang berbelanja di pasar.
"Pelaku tertangkap basah saat beraksi. Sekarang, dia sudah diamankan di Polsek Wonokromo," kata Kapolsek Wonokromo Kompol Roman Smaradhana Elhaj, Jumat (28/3/2014) siang.
Mulanya, Sumiyati minta diantar suaminya ke pasar tersebut.
Sesampai di sana, dia minta uang Rp 20 ribu untuk beli beras di Indomaret yang berada di dekat pasar.
Ternyata, Sumiyati tidak langsung ke Indomaret. Ibu empat anak tersebut malah masuk ke pasar.
Layaknya warga lain, dia berkeliling seperti hendak belanja banyak barang.
Melihat dompet Winarsih di saku jaketnya tersembul keluar, Sumiyati langsung mendekat.
Sejurus kemudian, dia mengambil dompet tersebut, kemudian berusaha kabur.
Apes, aksi itu diketahui warga lain. Kemudian, disampaikan ke korban.
Kontan, nenek tersebut langsung ditangkap beramai-ramai. Karena jengkel, warga di sana sempat memukulinya.
Melihat itu, sang suami yang menunggu di depan pasar berusaha menyelamatkan istrinya. Malah, dia ikut dipukuli beramai-ramai.
Kemudian, pasangan suami istri tersebut digelandang ke Polsek.
"Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata suaminya tidak terlibat. Dia juga tidak tahu kalau istrinya hendak mencopet di pasar itu. Jadi, yang ditetapkan sebagai tersangka hanya di perempuan tersebut," imbuh Roman.
Ditemui di sela-sela menjalani pemeriksaan, tersangka mengakui semua perbuatannya. Bahkan, pencurian itu bukan kali pertama.
Beberapa bulan lalu, dia juga pernah mencuri di Pasar Benowo. Ketika itu, dia tepergok mencuri telor. Tapi, perkaranya tidak sampai ke kantor polisi. Hanya diselesaikan secara kekeluargaan.
"Saya butuh uang untuk belanja, tapi mau minta ke suami tidak berani. Soalnya, baru saja diberi Rp 500 ribu sudah habis," ujar Sumiyati.
0 comments:
Post a Comment