Thursday, March 13, 2014

Obama Turun Tangan Jika Dua Perusahaan Peledak Ini Diganggu




TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dari data PT Dahana (Dahana/persero) ada dua pemain utama di dalam bisnis peledakan tambang dan migas, yakni Orica dan Dyno. Dua perusahaan itu menguasai hampir seluruh tambang di berbagai negara.


Direktur Utama PT Dahana Fajar Harry Sampurno menjelaskan jika dua perusahaan bahan peledak ini diganggu bisnisnya, Presiden Amerika Serikat Barrack Obama bisa turun tangan langsung menghadapi masalah tersebut.


"Di anggu sedikit, Presidennya yang datang," ujar Harry di kantor Kementerian BUMN, Jumat (14/3/2014).


Menurut Harry hal tersebut berbeda dengan sikap pemerintah Indonesia. Dalam hal ini jika perusahaan dalam negeri yang diganggu, kemungkinan besar hanya Bos PT Pertamina saja yang mau turun tangan.


"Kalau kita yang diganggu nggak ada yang datang. Paling Ibu Karen Agustiawan (Direktur Utama PT Pertamina)," ungkap Harry.


Harry menambahkan sampai saat ini PT Dahana memproduksi 56 ribu ton bahan peledak untuk kebutuhan dalam negeri. Padahal kebutuhan pangsa pasar bahan peledak untuk eksplorasi tambang dan migas di dalam negeri mencapai 300 ribu ton.


"Dipakai Indonesia kebutuhan lebih dari 300 ribu ton. Di Indonesia pemainnya banyak, nomor satu dan dua di dunia ada di Indonesia," papar Harry.







0 comments:

Post a Comment