Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru Fernando
TRIBUNNEWS.COM, SELATPANJANG - Kabut asap hasil pembakaran hutan di Riau, akhirnya memakan korban jiwa.
Warga Jalan Lintas Kampung Tengah Sungai Gayung, Desa Sei Gayung Kiri, Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, mendadak gempar, Sabtu (8/3/2014) pekan lalu.
Pasalnya, warga menemukan sesosok jasad lelaki sekitar pukul 14.00 WIB. Jasad lelaki yang diketahui bernama Muhammad Adli, ditemukan tidak bernyawa oleh warga.
Saksi mata menyebut, pria berusia 63 tahun itu ditemukan sudah tak bernyawa, kala warga melewati jalan tersebut. Korban yang ditemukan tertelungkup dan memiliki luka bakar di bagian tangan dan pinggang sebelah kiri.
"Kami kaget, melihat ada jasad seorang lelaki tertelungkup di jalan kami. Setelah dilihat, ternyata sudah meninggal," jelas Rauwil Lisan, Senin (10/3/2014).
Selain itu, kata Rauwil, di lokasi terdapat sepeda motor Yamaha Jupiter Warna Biru. Sepeda motor berpelat merah BM 3306 D diduga milik korban.
Mengetahui hal itu, Bendahara Desa Sei Gayung Kiri lantas menghubungi Kepala Desa Sei Gayung Kiri.
Selanjutnya jasad dibawa oleh warga dengan tandu ke Kampung Tengah. Warga juga menghubungi pihak Polres Kepulauan Meranti.
Kapolres Kepulauan Meranti Ajun Komisaris Besar Z Pandra Arsyad menyebut, seusai melakukan olah TKP, pihaknya juga mendatangi saksi untuk dimintai keterangan.
"Kita sudah meminta keterangan dari saksi. Korban saat ditemukan sudah tidak bernyawa," jelas Pandra kepada Tribun kemarin.
Pandra menyebut, dari hasil olah TKP dan keterangan saksi, korban diperkirakan jatuh lemas saat mengendarai sepeda motor.
Kala itu, korban melalui Jalan Lintas Kampung Tengah Sungai Gayung, Desa Sei Gayung Kiri, Kabupaten Kepulauan Meranti.
Ketika memasuki kawasan gambut sekitar, korban tampak nekat melalui jalan yang terbakar akibat kebakaran lahan. Namun, diakui Pandra, polisi masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.
"Kami juga minta keterangan dari pihak keluarga tentang keadaan korban sebelum kejadian," ulas pria yang pernah bertugas di Unit Polisi Wisata Dit Pam Obvit Polda Riau.
Korban yang sudah menjalani visum, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dan langsung dikebumikan. Saat visum tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuh korban.
0 comments:
Post a Comment