Friday, March 28, 2014

Soal Krisis Ukraina, Obama Sentil Putin


Soal Krisis Ukraina, Obama Sentil Putin
IST

Presiden Barack Obama dan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.







TRIBUNNEWS.COM, WASHINGTON DC - Presiden Amerika Serikat Barack Obama dalam wawancara yang ditayangkan stasiun televisi CBS, Jumat (28/3/2014), mendesak Rusia menarik mundur pasukannya dari perbatasan Ukraina dan memulai negosiasi.


Saat diwawancarai CBS News, Obama mengatakan keputusan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mengerahkan pasukannya ke perbatasan kemungkinan adalah untuk mengintimidasi Ukraina atau Rusia memiliki rencana lain.


Meski estimasi jumlah pasukan Rusia yang dikerahkan bervariasi, Obama mengatakan untuk menurunkan eskalasi situasi, Rusia harus menarik mundur pasukannya dan memulai negosiasi langsung dengan Ukraina.


Obama menambahkan, Putin nampaknya ingin menunjukkan kesedihannya atas apa yang disebutnya sebagai kekalahan Uni Soviet. "Seharusnya Putin tidak mengulangi praktik-praktik yang, Anda tahu, lazim digunakan di masa Perang Dingin," kata Obama.


"Saya kira terdapat rasa nasionalisme Rusia dan kecurigaan bahwa Barat akan mengambil keuntungan dari Rusia sehingga dia (Putin) ingin membalikkan keadaan," tambah Obama.


Putin, lanjut Obama, sejauh ini salah dalam memandang kebijakan Barat. Dan Putin juga salah dalam membaca kebijakan Amerika Serikat. "AS tak memiliki kepentingan untuk mengepung Rusia dan kami tak memiliki kepentingan di Ukraina selain membiarkan warga Ukraina menentukan sendiri jalan hidup mereka," Obama menegaskan.







0 comments:

Post a Comment