TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Umum partai Gerindra, Fadli Zon kembali berpuisi. Puisi yang dibuat Fadli kini berkisah tentang orang hilang.
Puisi yang diterima Tribunnews.com, Jumat (9/5/2014) berjudul 'Sajak Orang Hilang'. Dalam puisi tersebut berisi orang hilang yang tak tentu keberadaannya, yang menyebabkan duka tiada henti.
Yang menarik dalam isi puisi tersebut, orang hilang jangan dijadikan komoditi. Isi puisi itu menyuarakan orang hilang harus disidik dan jangan disuap menjadi alat politik.
Berikut puisi lengkap Fadli Zon:
Sajak Orang Hilang
orang hilang tak tentu rimba
lenyap seperti ditelan bumi
berbaris nama setiap masa
merajut duka tiada henti
ribuan orang hilang di Madiun sembilan belas empat delapan ratusan ribu orang hilang dalam revolusi sembilan belas enam puluhan ribuan orang hilang ditembak misterius sembilan belas delapan puluhan
belasan orang hilang sembilan belas sembilan belas sembilan delapan orang-orang hilang berbaris sepanjang zaman
orang hilang tak pernah pulang
dinanti keluarga setiap hari
air mata beku kering kerontang
tak jelas nasib hingga kini
orang hilang dimana-mana
di pasar-pasar becek tempat belanja
di mal-mal mewah setiap kota
di sekolah sampai tempat ibadah
di gang sempit hingga jalan-jalan raya
orang hilang dimana-mana
orang hilang harus dicari
jangan cuma jadi komoditi
orang hilang harus disidik
jangan disulap alat politik
Fadli Zon, 9 Mei 2014
0 comments:
Post a Comment