Laporan Wartawan Tribunnews.com, Deni Budiman
TRIBUNNEWS.COM - DENGAN dukungan penuh dari jutaan penonton, pelatih yang telah terbukti kehebatannya, dan tim dengan rekor gemilang sejauh ini, Brasil tak pelak menjadi favorit terkuat untuk meraih trofi Piala Dunia keenam kalinya.
Setelah menelan kekalahan dari Belanda pada perempatfinal Piala Dunia empat tahun lalu, Pelatih Dunga diganti oleh Mano Menezes yang mempertajam tim dengan memberi kesempatan pada para debutan dengan bakat melimpah, seperti Neymar, Oscar, Fernandinho, dan Paulinho.
Pada gilirannya, Menezes digantikan oleh Luiz Felipe Scolari. Pelatih yang berjasa mengantarkan Brasil meraih trofi kelima pada Piala Dunia 2002 ini menambahkan sisi kekuatan, dan kekejaman hingga akhirnya terbentuk tim Samba seperti sekarang: tajam, kuat, dan kejam! Tim manapun yang bertarung dengan mereka dipastikan sedikitnya akan keder sebelum bertarung.
Hanya dalam tempo enam bulan setelah ditangani oleh "Big Phil", para Selecao muda ini telah memberikan gebrakan ang sungguh menjanjikan. Aksi apik mereka membuat para pendukung Brasil yang dikenal militan, bersuka ria di jalanan sampai dini hari menjelang.
Apa yang mereka lakukan di Piala Konfederasi tahun lalu, benar-benar sulit untuk dilupakan, dan pada gilirannya membuat gentar tim lain. Neymar cs meluluh-lantakkan Italia, dan Uruguay dengan skor 3-0. Di babak final, dengan penuh kepercayaan diri mereka mempermalukan juara dunia Spanyol dengan skor juga 3-0.
Sejauh ini, tim Samba telah memenangi tujuh laga berturut-turut, dan 13 laga dari 14 laga terakhir. Kepercayaan diri pada pendukung Brasil pun melambung tinggi. Mereka yakin, inilah saat yang tepat bagi Brasil untuk meraih kembali supremasi sepak bola tertinggi sejagat.
Kendati demikian, ada juga yang melihat dengan pesimistis. Mereka khawatir, Neymar cs justru telah melampaui puncak penampilannya di Piala Konfederasi. Dan, kalau merunut alur para pengamat pesimistis ini, justru saat Piala Dunia yang akan terjadi adalah antiklimaks lantaran pasukan Felipao ini sudah masuk penurunan penampilan.
Dalam catatan sejarah, tak pernah ada tim yang memenangi Piala Dunia setelah sebelumnya meraih gelar juara Piala Konfederasi. Brasil sendiri mengangkat trofi Piala Konfederasi pada 2005 dan 2009, namun harus hancur di Piala Dunia. Sejumlah pengamat khawatir, "hantu" serupa akan kembali terjadi di Piala Dunia 2014.
Kekhawatiran lain yang mengemuka adalah, tingginya harapan dari para pendukung yang bukan tak mungkin akan berbalik menjadi tekanan untuk para pemain. Apalagi, patut diingat, mayoritas pemain tim Samba adalah mereka yang biasa berkiprah di Liga Eropa. Berlaga kembali di depan pendukung mereka yang fanatik jelas membutuhkan daya adaptasi yang tinggi.
Toh, garis besarnya, Brasil yang kini berada di peringkat empat FIFA ini tetap menjadi favorit terkuat. Ini adalah momentum terbaik mereka untuk meraih lagi trofi juara. Syaratnya adalah, pasukan asuhan Felipao ini harus bisa mengatasi tekanan dari para pendukung, bermain kolektif, dan Neymar, sang pemain kunci, berada dalam performa terbaiknya.
0 comments:
Post a Comment