Laporan Wartawan Tribun Batam Elhadif Putra
TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Hujan disertai petir yang melanda Kota Batam, Sabtu (10/5/2014) kemarin, menelan korban jiwa.
Asep (36), pembuat pot di Taman Seruni, Batam Centre, meninggal dunia akibat disambar petir.
Selain Asep, seorang rekan kerjanya Danan (27) juga ikut tersambar. Namun, kondisi Danan kekinian sudah membaik setelah dirawat di RS Budi Kemuliaan (RSBK), Seraya, Batam.
Awalnya, Asep ketika itu tengah asyik bekerja bersama tiga rekan sesama perajin pot, yakni Danan, Dani, dan Yanto.
Lantaran hujan lebat disertai angin dan petir, mereka berempat berteduh di sebuah pondok taman.
Tiba-tiba petir menyambar pondok. Asep yang berdiri paling pinggir ikut tersambar.
"Kami berempat berteduh. Jarak kami sekitar 1,5 meter. Tiba-tiba, sekilas saya hanya lihat ada api. Kemudian kami semua terpental. Asep terjatuh di kaki saya," ujar Dani saat ditemui di RSBK.
Berbeda dengan Asep dan Danan, Dani dan Yanto tidak langsung terkena petir. Akan tetapi, teliga Dani kebas akibat dentuman. Pendengarannya masih masih terganggu.
"Sekarang saya kurang bisa mendengar. Telinga kiri saya masih berdengung," lanjut Dani.
Dani mengatakan, saat kejadian, Asep sedang dalam kondisi tidak sehat. "Almarhum memang dalam kondisi tidak fit juga. Dia masih keadaan sakit," tukasnya.
Petir diduga tidak langsung menyambar Asep, namun menghantam tanah di dekatnya. Tubuh Asep dan Danan sama sekali tidak mengalami luka bakar.
0 comments:
Post a Comment