TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Serikat Rakyat Independen (SRI) Taufan mengatakan, politik Indonesia sedang berada dalam tahap pematangan demokrasi yaitu tahap dimana masyarakat harus mulai mengambil inisiatif sendiri untuk mengisi infrastruktur politik dengan nilai-nilai kewarganegaraan.
Tetapi menurutnya, kondisi politik dengan nilai-nilai kewarganeragaan kurang terasa akhir-akhir ini apalagi menjelang pelaksanaan pemilihan presiden 2014. Akibatnya, pembicaraan politik yang menyangkut masa depan demokrasi menjadi sekedar pertarungan dua kubu yang mengeras dalam posisi ekstrim.
"Padahal masyarakat memerlukan suasana politik yang edukatid, lebih argumentatif, dan lebih rasional untuk memungkinkan isu dan program-program calon pemimpin dibicarakan lebih mendalam. Untuk itulah diperlukan jalan ketiga untuk Pilpres 2014," kata Taufan dalam diskusi di kawasan Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (12/5/2014).
Taufan menuturkan, dengan adanya politik jalan ketiga sebagai upaya sadar dan bertanggung jawab untuk keluar dari polarisasi politik yang terlalu transaksional sekarang ini. Menurutnya, melalui politik jalan ketiga partai SRI mendorong ditampilkannya Capres alternatif.
"Capres alternatif itu bukan saja didasarkan atas ketokohan, melainkan juga atas dasar platform yang jernih dan rasional untuk mewujudkan kemaslahatan rakyat," tuturnya.
Lebih jauh, Taufan mengatakan, dengan adanya politik jalan ketiga akan membuka mata publik untuk melihat bahwa sesungguhnya ada alternatif cerdas dalam mengatasi kesulitan-kesulitan politik yang diakibatkan oleh ambisi berlebihan para tokoh.
"Politik jalan ketiga ini sekaligus untuk memastikan bahwa fondasi demokrasi dan ekonomi yang sudah cukup kuat sekarang ini dapat dijaga dan dilanjutkan. Sehingga tidak menjadi sumber percobaan kebijakan-kebijakan irasional nanti," ujarnya.
0 comments:
Post a Comment