Wednesday, May 28, 2014

PM Tony Abbott Tolak Tagih Utang Mahasiswa yang Telah Meninggal






Perdana Menteri Tony Abbott menolak usulan untuk menagih utang-utang mahasiswa Australia yang telah meninggal dunia, meskipun usulan tersebut menguat di kalangan anggota kabinetnya.


Menteri Pendidikan Christopher Pyne kepada media setempat menyatakan "tidak keberatan" atas usulan tersebut, dan Bendahara Negara Joe Hockey menyatakan mendukung ide tersebut.


"Seharusnya tidak ada perbedaan dengan jenis utang lainnya," kata Hockey di Canberra, Kamis (29/5/2014).


Dalam sistem kesejahteraan di Australia, setiap warga negara yang menempuh pendidikan tinggi sebagai mahasiswa berhak mendapatkan pinjaman untuk membayar uang kuliah.


Pinjaman tersebut baru dibayar kembali setelah yang bersangkutan menyelesaikan kuliah dan mendapatkan pekerjaan yang berpenghasilan lebih dari 50 ribu dollar pertahun (Rp 500 juta lebih).


Pembayarannya pun dilakukan dengan cara menyicil dan dikenakan bunga yang lebih rendah dari tingkat suku bunga yang berlaku. Dalam banyak kasus, mahasiswa peminjam bantuan tersebut yang tidak mendapatkan penghasilan di atas 50 ribu dollar, tidak diwajibkan membayar pinjamannya.


Kepada ABC, PM Abbott menyatakan tidak akan mengubah sistem yang berlaku sekarang. "Saya ingin pastikan, pemerintah tidak akan mengubah sistem yang ada," katanya.


"Dan sistem yang ada menyebutkan, pinjaman mahasiswa, jika yang bersangkutan meninggal dunia, akan otomatis diputihkan," jelas PM Abbott.


Ikuti Kompetisi Belajar Bahasa Inggris di Australia gratis - Klik tautan berikut: https://apps.facebook.com/australiaplus







0 comments:

Post a Comment