TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA – Tindak kriminalitas makin meraja rela, bahkan pelaku nekat menjalankan aksinya pada sore hari. Ini dialami Agus Sucipto (25), warga Wotsogo, Kecamatan Jatirogo, Kabupaten Tuban, Minggu (11/5/2014) sore.
Agus akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Bhayangkara, karena mendapat luka serius di bagian kepala akibat sabetan senjata tajam.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian ini terjadi sekitar pukul 17.00 sore. Saat itu, Agus bersama teman perempuannya, sedang melintas di Jalan Kertomenanggal Surabaya, di dekat lahan pembangunan taman bermain.
Keduanya berhenti untuk membeli pentol di pinggir jalan. Teman perempuan Agus, lalu turun dari motor untuk membeli pentol, sedangkan Agus masih berada di atas motornya.
Tidak berapa lama, tiba-tiba datang kawanan pelaku sekitar enam orang, dengan mengendarai tiga motor. Pelaku tersebut mengepung Agus, dan langsung meminta handphonenya. Karena diancam dengan senjata tajam, Agus menyerahkan handphonenya.
Namun pelaku tidak puas hanya dengan mendapat handphone. Pelaku juga meminta korban untuk menyerahkan motornya. Pelaku terus mengancam korban dengan senjata tajam. Untuk permintaan kali ini, korban menolak.
Korban terus mempertahankan kunci motornya, dan tidak mau beranjak dari motornya. Akibat perlawanan itu, pelaku yang terdesak langsung mengayunkan senjata tajam ke kepala bagian belakang korban, yang menyebabkan korban terluka.
Melihat korban terjatuh pelaku langsung melarikan diri, sedangkan motor korban gagal dibawa kabur oleh pelaku. Korban yang mengalami luka bacok sekitar 10 centimeter itu, langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara. Namun nyawa korban tidak tertolong, dan akhirnya korban meninggal dunia.
Kapolsek Gayungan Kompol Herlina membenarkan kejadian tersebut. "Korban sempat melakukan perlawanan hingga kepalanya kena bacok dan terluka parah akibat senjata tajam," kata Herlina.
Herlina mengatakan korban dibawa dengan ambulans ke RS Bhayangkara. Namun saat di perjalanan korban meninggal dunia. Herlina menambahkan lokasi kejadian memang sepi dan sering dijadikan tempat nongkrong oleh remaja.
Kanit Resmob Polrestabes Surabaya AKP Agung Pribadi pihaknya saat ini sedang memburu pelaku. ”Kami masih melakukan penyidikan dan mengejar pelaku,” kata Agung.
Akibat kejadian ini teman perempuan korban langsung shock, dan sempat kesulitan untuk memberi keterangan pada polisi.
Akhir-akhir ini, di Surabaya sering terjadi aksi perampasan jalanan yang dilakukan dengan berkelompok. Mereka mengepung korban dan memaksa untuk memberikan harta serta motor korban. Tak jarang pelaku nekat melukai korbannya.
0 comments:
Post a Comment