Thursday, July 3, 2014

KPK Bangun Budaya Antikorupsi Berbasis Keluarga


KPK Bangun Budaya Antikorupsi Berbasis Keluarga
beta.matanews.com

Bambang Widjayanto







TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keluarga dipandang menjadi wadah penting membangun budaya antikorupsi. Hal itu dibutuhkan guna mencegah munculnya regenerasi pelaku korupsi di Indonesia.


Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Bambang Widjoyanto dalam seminar Akselerasi Pendidikan Karakter Melalui Inovasi Model Pembelajaran Antikorupsi di kantor KPK, Jakarta, Kamis (3/7/2014).


"Kami membangun budaya antikorupsi berbasis keluarga, karena fakta menunjukkan ada proses regenerasi bagi para koruptor," kata Bambang.


Bambang membeberkan pentingnya peran keluarga dalam membangun budaya antikorupsi lantaran pemberantasan korupsi sejatinya tidak hanya menggunakan pendekatan secara hukum semata. Namun sayangnya, peran keluarga utamanya di kota besar saat ini kerap tidak mampu memupuk budaya antikorupsi karena sejumlah masalah.


"Ayah atau orang tua telah kehilangan basis kepercayaan dari anak-anaknya untuk di kota besar. Ayah telah kehilangan mandat keayahannya, dia ada tapi bagai tak ada," kata Bambang.


Menurut Bambang, hilangnya peran tersebut dinilai akibat sosok ayah tidak ditempatkan sebagai konsep penting dalam membangun pendidikan. Padahal peran ayah tambah Bambang, sangat diperlukan untuk menciptakan pemimpin tegas dan tidak kemayu.


"Pada titik tertentu ayah dipelukan agar tidak memimpin generasi kemayu," kata Bambang.


Oleh karena itu, lanjut Bambang, beberapa permasalahan yang mengemuka saat ini seperti maraknya korupsi tak tertutup muncul dari konsep pendidikan yang tidak berjalan secara sempurna dalam keluarga.


"Kalau kita punya masalah generasi kemayu dan masalah terhadap pemimpin, menurut saya ada masalah, kita tidak mampu punya pemimpin yg tegas dan jangan-jangan masalah korupsi muncul dari pendidikan keluarga," imbuhnya.







0 comments:

Post a Comment