Sunday, August 24, 2014

Dua Opsi Pembiayaan untuk Mewujudkan Pembangunan Tol Laut




Laporan Wartawan Tribunnews.com, Randa Rinaldi


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Rancangan pembangunan tol laut masih menjadi prioritas unggulan presiden terpilih Joko Widodo. Deputi tim transisi, Andi Widjojanto menjelaskan ada dua opsi yang akan dijalankan untuk mewujudkan pembangunan jalan tol laut.


Pertama, rancangan pembangunan tol laut diusahakan untuk dituntaskan dalam proses legislasi. Proses ini dilakukan dari Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) menjadi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).


"Seandainya belum bisa masuk dalam APBN itu akan jadi proritas utama karena kendalinya sudah di Jokowi-JK, kalau sekarang kami akan berusaha masukkan dalam APBN-P 2015,"ujar Andi di Rumah Transisi di Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (24/8/2014).


Opsi kedua yaitu memasukkan dalam memunculkan APBN-P secepat mungkin. Pemerintahan Jokowi-JK akan berupaya memasukkan visi dan misi yang telah disusun masuk dalam APBN-P termasuk pembangunan tol laut.


"Kalau sekarang kendali dan interaksinya pada Pak SBY dengan DPR, yang bisa kami lakukan hanya menitipkan program-program unggulan itu ke fraksi fraksi partai pengusung,"jelasnya.


Pembangunan tol laut ini diharapkan nantinya bisa berjalan meskipun tersendat dalam masalah anggaran. Andi menjelaskan kebijakan investasi melalui investor menjadi satu langkah untuk mendanai proyek tersebut.


"Sumber pembiyaan tidak hanya di APBN tetapi bisa investor dan ada yang bersentuhan dengan masyarakat serta korporasi atau program-program lain,"katanya.


Konsorsium pendanaan ini menurut Andi bisa menjadi sebuah terobosan baru dari pembiyaan pembangunan di bawah pemerintahan Jokowi-JK.







0 comments:

Post a Comment