TRIBUNNEWS.COM, AMBON - Warga dua desa di Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, yakni Negeri (desa) Seith dan Negeri Lima, yang sempat terlibat bentrok berdarah beberapa waktu lalu, sepakat melakukan perdamaian.
Hal itu ditandai dengan digelarnya pertemuan antara kedua belah pihak di Markas Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease, Sabtu (2/8/2014) ini. Hingga pukul 19.00 WIT, pertemuan masih berlangsung. Tampak hadir perwakilan dari kedua belah pihak.
Niat untuk berdamai itu sebelumnya sudah diutarakan Luthfi Mual selaku tokoh masyarakat Negeri Lima dan Issa Talla selaku Sekretaris Negeri Seith. Mediasi itu dipelopori Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Ajun Komisaris Besar I Putu Bintang Juliana.
"Ini pertemuan untuk mencari jalan keluar, bukan saling menyalahkan," ujar Bintang.
Seperti diberitakan sebelumnya, bentrokan itu terjadi Kamis (31/7/2014) sore menjelang malam. Akibatnya empat warga tewas, belasan luka-luka, dan 26 rumah terbakar.
Empat warga yang tewas itu terdiri dari tiga orang warga Negeri Lima atas nama Yulid Suned (16), H Muh Seli (50), dan Kaimudin Solisa (40). Sementara satu warga tewas dari Seith adalah Sait Mony (38).
0 comments:
Post a Comment