Sunday, August 24, 2014

Fesyen Pria yang Gak Kemayu Dari Surabaya


Fesyen Pria yang Gak Kemayu Dari Surabaya
Surya/habibur rohman

INSPIRASI MAGICAL - Desainer Ichwan Toha (bertopi) menunjukkan koleksi terbarunya yang terinspirasi unsur magical pada opening Arva School Spazio Surabaya, Minggu (24/8/2014).







TRIBUNNEWS.COM, SURABAYA - Selama ini, konsep baju pria lebih dominan mengarah ke perem dan menonjolkan sisi kemayu alias kewanita-wanitaan.


Desain fesyen untuk pria menjadi salah satu konsep yang coba dikenalkan khusus pada siswa-siwa Arva Fashion of School.


Guna mengenalkan konsep tersebut Arva secara khusus mendatangkan desainer Ichwan Thoha di acara opening Arva School Spazio, Minggu (24/8/2014).


Dalam kesempatan itu Ichwan menunjukkan koleksi terbarunya. Koleksi itu disebutnya terinspirasi unsur magical sebagai koleksi Hocuspocus.


"Hocuspocus bisa sama diartikan dengan abrakadabra atau bim salabim, di sini inspirasinya datang dari menonton pertunjukan sulap di awal abad 20 - akhir abad 19," ungkap Ichwan di sela pengenalan bagi siswa-siswa Arva itu.


Konsep 'Sulap' itu ditunjukkan dari motif yang digunakan seperti harlequin, motif card (kartu remi).


"Bahan-bahan yang dipilih guna menunjang desain dan motif di antaranya denim, silk, katun, dan jersey.


Dalam koleksinya Ichwan selalu berinovasi. Desain dasi kupu-kupu yang up date dan beragam tetap selalu hadir sebagai ciri karyanya.


"Kemasannya tetap lebih muda playfull, kotemporer dan lebih friendly, cocok digunakan untuk pesta coktail, " kata Ichwan tentang koleksinya.


Desainer yang bertahan dan eksis dengan fesyen pria ini mengaku senang bisa bertukar pengalaman dan ilmu. Ia juga menilai respons siswa-siwa Arva juga positif.


Dalam kesempatn itu Ichwan menunjukkan jika desain fesyen untuk pria seharusnya tidak terlihat kemayu.


"Seringkali busana cowok jadi kemayu, karena biasanya ilmu yang didapat untuk perempuan, ada dada dan pantat yang jadinya kemayu, saya selama ini mengembangkan sendiri bagaimana fesyen pria tetap gak kemayu," paparnya.


"Saya senang mengajar, bagi ilmu, respons siswa di sini bagus, tadi ada pertanyaan-pertanyaan yang baik, saya sangat bangga dengan anak-anak generasi sekarang," ungkapnya.


Ia mengagumi sikap anak muda sekarang yang sudah bisa mengambil keputusan menjadi desainer sejak dini dan berharap ilmu yang dibagikannya bisa turut mendukung kemajuan para desainer muda.







0 comments:

Post a Comment