TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Ratusan warga yang tinggal di RW 02, 06 dan 08, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur mengeluhkan proyek pembangunan perumahaan elit di dekat permukimannya. Sebab semenjak ada pembangunan perumahan elit itu sejak tiga tahun lalu, saluran permukiman warga menyempit.
Tak ayal permukiman warga kerap terendam banjir setinggi 80 cm. Pardi selaku ketua RT 10/08, Kelurahan Gedong, Kecamatan Pasar Rebo mengatakan, pihaknya pernah mengajukan protes ke tingkat Kelurahan maupun Kecamatan.
Namun upaya itu pun gagal bahkan mereka belum mendapatkan respon dari pejabat setempat. Tidak hanya itu, kata Pardi, saat hendak melaporkan hal ini warga juga sempat mendapat ancaman dari pihak pengelola yang akan melakukan tuntutan. Pardi menjelaskan, penyempitan saluran terjadi di belakang tembok perumahan tersebut. S
aluran air yang sebelumnya memiliki lebar 100 cm atau 1 meter, kini berkurang menjadi 80 cm. "Karena penyempitan itu, setiap hujan air jadi meluap dan menyebabkan genangan dirumah kami yang letaknya dibelakang perumahan Gedong Asri," kata Pardi pada Minggu (24/8/2014).
Menurut Pardi, saluran air yang berada di Jalan Dana Raya itu, awalnya memiliki lebar tiga meter. Namun karena terpotong dua meter untuk pembangunan jalan inspeksi di kedua sisi saluran, maka saluran air itu menjadi satu meter.
"Tapi sekarang, di sisi kiri saluran ditutup tembok bangunan perumahan yang panjangnya mencapai 1 kilometer. Tembok itu menutup saluran hingga 20 cm," ujar Pardi.
Pardi mengatakan, warga sudah melaporkan kepihak terkait atas permasalahan tersebut. Namun, Sudin Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara yang datang ke lokasi hanya melakukan pemantauan saja. "Mereka hanya foto-foto saja, tapi sampai sekarang nggak ada tindakan," kata Pardi.
Ketika dikonfirmasi, Supriyatno Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas PU Tata Air Jakarta Timur, mengatakan akan meninjau saluran air yang dikeluhkan warga tersebut. Mengenai bangunan yang ada di atas saluran, hal itu menurutnya menyalahi ketentuan. "Kalau benar bangunan menutupi saluran, itu harus ditertibkan. Tapi akan kami cek dulu ke lapangan bagaimana situasinya," kata Supriyatno.
0 comments:
Post a Comment