TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Saat sedang asyik mencukur rambut di Salon Cak Nur di Jalan Nusantara, Beji, Kota Depok, Dodi Andiyana, pegawai negeri sipil (PNS) Dinas Kesehatan Kota Depok, tak menyadari mobil Opel Blazer B 1426 UU miliknya yang diparkir di sisi jalan tak jauh dari salon, disatroni pencuri, Rabu (26/11/2014) sore.
Begitu selesai mencukur dan kembali ke mobilnya, Dodi terkejut karena kaca tengah sebelah kiri mobil pecah.
Setelah diperiksa, diketahui laptop merek HP senilai Rp 6 Juta yang diletakkan di bangku tengah raib.
"Saya benar-benar heran. Mobil saya diparkir di depan ruko di Jalan Nusantara yang sangat ramai saat itu. Tapi pelaku tak peduli dan berhasil memecahkan kaca mobil saya dan mengambil laptop saya," kata Dodi yang bertugas di Tata Usaha Puskesmas Cilangkap Depok, Rabu (26/11/2014).
Atas peristiwa ini, Dodi lalu melaporkannya ke Polresta Depok.
Ia mengatakan tak ada satupun warga yang mendengar pencuri memecahkan kaca tengah sebelah kiri mobilnya.
"Saya tanya ke pedagang dan orang di sekitar kejadian, mereka ngaku gak tahu dan gak mendengar pelaku memecahkan kaca mobil," ujarnya.
Dodi mengakui mobilnya tidak menggunakan alarm, sehingga tidak ada tanda bunyi sekalipun kaca mobil dipecahkan.
Dirkrimum Polda Metro Jaya, Kombes Heru Pranoto, mengatakan, bagi pelaku pencurian spesialis pecah kaca mobil, mereka hanya butuh waktu tak lebih dari satu atau dua menit dalam melakukan aksinya.
Ia mengatakan dari beberapa kasus pencurian pecah kaca mobil yang berhasil diungkap, pelaku memecahkan kaca mobil menggunakan keramik busi sepeda motor yang dibalut handuk sebagai peredam bunyi.
"Satu kali hentakan ringan, kaca pecah tanpa ada suara bising," katanya.
Setelah itu, tambahnya dalam hitungan detik pelaku menggasak barang di dalam mobil dan kabur tancap gas.
Hal inilah, kata dia, yang diduga juga terjadi pada Dodi, PNS Dinas Kesehatan Kota Depok yang mobilnya disatroni kawanan pecah kaca mobil, Rabu, dan satu laptop di dalam mobil hilang.(bum)
0 comments:
Post a Comment