TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Akibat lalai hingga terjadinya penganiayaan yang berujung kematian seorang murid, Dinas Pendidikan DKI Jakarta melalui Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur, berjanji akan menindak tegas Kepala Sekolah SD Negeri Makassar 09, Jakarta Timur.
Kepala Suku Dinas Pendidikan Dasar Jakarta Timur Nasrudin menegaskan, tindakan tegas berupa pencopotan akan diberikan jika hasil pemeriksaan terbukti sekolah lalai. Dirinya menjelaskan, saat ini pihaknya tengah memeriksa sekolah secara intensif.
"Nanti kami juga akan meminta keterangan dari murid yang melakukan pemukulan. Kalau memang ada unsur kelalaian sekolah, bisa saja kepala sekolahnya kami mutasi, diturunkan pangkatnya, atau dicopot," kata Nasrudin di SDN 09 Makasar, Jakarta Timur Senin, (5/5/2014).
Menurutnya, sanksi yang diberikan tentu mengacu pada PP 53 tentang disiplin pegawai negeri sipil. Dengan begitu, penjatuhan sanksi akan disesuaikan dengan tingkat kesalahan dari pihak-pihak yang dianggap tahu atau lalai terhadap kejadian tersebut.
Pihaknya juga langsung membuat laporan tertulis kepada Dinas Pendidikan DKI Jakarta. Laporan itu berisi kronologis kejadian maupun hasil pemeriksaan di lapangan selama ini.
Lebih lanjut Nasrudin yang ditunjuk oleh Wakil Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta sebagai ketua tim investigasi penanganan kasus Renggo Khadafi menambahkan, saat kejadian memang sedang waktu istirahat. Namun seharusnya karena masih di dalam lingkungan sekolah, pihak guru tetap mengawasi anak-anak didiknya.
"Sebab selama di lingkungan sekolah maka tanggungjawab penuh pengawasan ada pada pihak sekolah. Sehingga guru atau kepala sekolah dapat mengetahui kondisi yang terjadi di lingkungan sekolah," katanya.
Diberitakan sebelumnya, saat istirahat sekolah, Renggo Khadafi (11), yang tengah berjalan tergesa-gesa tidak sengaja menyenggol makanan ringan seharga Rp 1.000 yang dibawa oleh kakak kelasnya, SY, hingga terjatuh pada Senin (28/4/2014) siang lalu.
Renggo telah meminta maaf atas ketidaksengajaannya, bahkan mengganti makanan ringan yang telah jatuh tersebut.
Namun, tindakan tersebut tidak cukup bagi SY. Keesokan harinya, SY menganiaya Ranggo. Sekujur tubuhnya dipukuli. Mulut bocah malang itu pun disumpal gagang sapu hingga mengeluarkan darah.
Jenazah bocah malang disemayamkan di kediaman Ketua RT, di Kebon Pala 1, Jalan Asri RT 10 RW 7 Halim Perdanakusuma, Makasar, Jakarta Timur. Jenazah telah dimakamkan di TPU Kampung Asem, Halim Perdanakusuma, Minggu siang.
0 comments:
Post a Comment