Wednesday, September 17, 2014

Serapan Dana Bergulir Jambi Rendah




TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Serapan dana bergulir yang dikelola oleh Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (LPDB-KUMKM) di Provinsi Jambi masih rendah. Pembiayaan dari pemerintah pusat bagi koperasi dan UMKM belum begitu dimanfaatkan sebagai modal dalam perkembangan usaha mereka.


"Jambi masuk 10 besar nasional terendah serapan dana bergulir LPDB-KUMKM. Serapan kecil, makanya kita sosialisasi, tinggal bagaimana dinas koperasi di sini," kata Baskoro, Humas Kementerian Koperasi dan UMKM RI pada kegiatan sosialisasi dana bergulir LPDB-KUMK di Novita hotel, Rabu (17/9/2014).


Kadis Koperasi dan UMKM Provinsi Jambi M Rawi mengakui dana bergulir LPDB-KUMKM program pemerintah pusat belum terealisasi sepenuhnya. Ia menyebutkan dari 3.766 unit koperasi di Jambi yang mendapatkan dana bergulir baru 11,6 persen atau 14 koperasi.


Realisasi dana bergulir ini terhitung 2009 sampai 2013 senilai Rp 27 miliar lebih dengan pinjaman dari Rp 200 juta sampai Rp 6 miliar. Ini, kata dia, masih minus dari target kucuran sebesar Rp 50 miliar.


Rawi bedalih program ini terkendala akan pemahamana debitur atau penerima terhadap kegunaan dana. Selain itu sebelumnya programa ini hanya menyentuh koperasi, sehingga UMKM belum terakses dengan program dana bergulir ini. "Kita minta supaya UMKM juga bisa mendapatkan, karena tingkat UMKM kita saat ini berjumlah 81 ribu lebih dari target 65 ribu," jelasnya.


Ia mengajak koperasi dan UMKM untuk memanfatkkan dana bergulir non-bank ini sebagai modal kemajuan usaha. Bunga simpan pinjam program ini hanya 6 persen, dan 3 persen untuk sektor ril. Disamping itu dia juga meminta pengurus koperasi untuk pro aktif menyampaikan laporan penggunaan dana secara berkala ke dinas koperasi. Dengan demikian penggunaan dana ini lebih terarah dan jelas. Ia menargetkan 10 ribu wirausaha baru yang berkembang dan bisa menggunakan dana bergulir ini. (hdp)







0 comments:

Post a Comment